“Bapak kan pemilik pabrik rokok ini.”
“Iya. Memangnya kenapa?”
“Kok Bapak tidak merokok?”
“Kamu nggak bisa baca, ya? Di bungkus rokok kan sudah tertulis, rokok itu merusak kesehatan. Yang rusak bisa macem-macem.”
“Tapi, kenapa Bapak malah jualan rokok?”
“Kamu belum tahu, ya? Rokok itu kan untuk orang yang nggak bisa baca!”
“Oo, begitu. Jadi, bakar rokok itu tidak baik, ya Pak?
“Kamu ini gimana sih? Justru, bakar rokok itu baik. Malah kalau bisa, seluruh rokok itu dibakar, dimusnahkan! Cuma, jangan sampai dihisap!”
Hehehe!
Yang mengenaskan dan mencemaskan, menurut survey nasional Lembaga Demografi FE UI, satu dari dua rumah tangga miskin Indonesia, mengalokasikan 12 sampai 20 persen pendapatannya untuk rokok. Bayangkan, 20 persen untuk rokok! Kalau 20 persen untuk sedekah? Hehehe, alasannya segerobak. Harus ikhlaslah, banyak kebutuhan-lah, jangan berlebih-lebihan-lah. Padahal kalau saja mereka mau merutinkan 20 persen untuk sedekah, kami yakin mereka akan keluar dari kemiskinan. Seketika!
Saran kami bagi perokok: kurangi deh. Terus, tetapkan kapan Anda akan total berhenti merokok. Kalau tidak ditetapkan, itu cuma jadi angan-angan. Ready? :)
By Ippho Santosa
Friends Mau tutorial Facebook ?




















4 komentar:
ngeroko itu emang ga ada guna,ngerokok cm buat org yg g bs "baca".....a.k.a "bodo*"
benar kata juragan. tapi berhenti merokok kok suah banget ya
Saya udah 12 tahun merokok. Sekarang 1 bungkus habis buat 2 hari.Kalo ditotal-total udah berapa duit tuh habis terbakar?Udah berbagai cara biar berhenti tapi belum berhasil juga.
pinter banget ya pemilik rokoknya, hahahaha
Post a Comment